Gold:
262
Silver:
25
Species:
Human
Class:
Wizard
Completed:
3
Upcoming:
1
Most recent:
8 hours ago
Nama : Aster
Tempat Asal : Desa Chabbylon
Umur : 19 Tahun
Background:
Sejak neneknya meninggal dunia, Aster meneruskan kedai/tenda peramalan kecil di pinggir desa. Berbekal ilmu sihir dasar dan deck kartu Tarokka peninggalan sang nenek, Aster bertahan hidup. Namun, tempat peramalannya sangat sepi. Demi menyambung hidup dan mengisi perut, ia terpaksa melakoni pekerjaan kasar sebagai buruh harian petani desa. Aster merasa frustrasi dan terjebak dalam kemiskinan.
Suatu hari, kedai peramalannya diacak-acak oleh anak-anak desa ("Trio Rusuh"). Saat Aster sibuk merapikan kartunya yang berserakan, salah satu anak paling kecil kembali untuk meminta maaf secara jujur. Anak itu kemudian meminta Aster meramal masa depannya: Apakah ia bisa menjadi seorang petualang hebat?
Melalui kartu The Mists, Aster memberi nasihat penuh kehangatan dan dorongan moral kepada anak tersebut. Namun setelah anak itu pergi dengan bahagia, pertanyaan polos itu berbalik menghantam kesadaran Aster: Mengapa ia selalu membimbing orang lain melangkah, sementara dirinya sendiri hanya berdiam diri di tempat yang sama?
Malam harinya, Aster menarik satu kartu secara acak khusus untuk dirinya sendiri. Kartu yang keluar adalah The Mists. Ini Kartu yang sama dengan yang ditarik oleh bocah itu tadi sore.
The Mist. Sebuah kartu yang menggambarkan kabut tebal yang menyelimuti pegunungan, menyembunyikan ujung jalan setapak di baliknya. Simbol dari jalan yang belum terpeta. Kartu yang menantang seseorang untuk berani melangkah meskipun tidak tahu apa yang ada di balik kabut tersebut. Entah mengapa kartu tersebut mengatakan: Kapan Giliranmu?
Merasa tersadarkan oleh kartu tersebut, Aster mengambil keputusan berani. Esok paginya, ia mengemas barang-barangnya, menitipkan kunci kedai kepada tetangga, dan menyusuri jalan menuju Guild Petualang. Aster resmi menutup lembaran lamanya sebagai peramal yang pasif dan memulai lembaran baru sebagai seorang petualang.