Gold:
57
Species:
High Elf
Class:
Sorcerer
Character Background
Ruar Granger lahir dari keluarga Granger, sebuah keluarga elf yang dikenal luas karena keanggunan dan wibawanya di kalangan masyarakat. Sejak kecil, ia dibesarkan dalam lingkungan yang penuh tata krama, pelajaran sejarah, dan etika sosial — sesuatu yang diharapkan dari setiap anggota keluarganya. Namun berbeda dari saudara-saudaranya yang tumbuh nyaman dengan kehidupan tersebut, Ruar selalu merasa ada sesuatu yang lebih besar menantinya di luar lingkungan keluarganya.
Kekuatan sihir dalam diri Ruar muncul dengan sendirinya sejak usia muda — sesuatu yang membuat keluarganya memutuskan untuk mengirimnya berguru pada Cedric Wolf, seorang ahli sorcerer yang masih berkaitan dengan keluarga Granger dan tinggal di sebuah menara pribadinya sendiri, jauh dari keramaian. Di sanalah Ruar menghabiskan bertahun-tahun mempelajari dasar-dasar mengendalikan kekuatan bawaannya, sembari diam-diam menyerap kisah-kisah petualangan yang sesekali diceritakan Cedric tentang dunia luar — kisah-kisah yang semakin membakar rasa penasarannya.
Selama masa remajanya, Ruar berulang kali meminta izin untuk menjelajah dunia luar — namun keluarganya selalu menolak. Bagi mereka, seorang Granger seharusnya tetap berada di lingkungan yang aman dan terhormat, bukan berkelana ke tempat-tempat asing yang penuh risiko. Penolakan demi penolakan itu tidak membuat Ruar menyerah; sebaliknya, ia menggunakan waktu itu untuk terus berlatih di bawah bimbingan Cedric, membuktikan kedewasaan dan kesiapannya sedikit demi sedikit — baik lewat sikap maupun kemampuan sihir yang terus berkembang seiring usianya.
Kini, seiring Ruar tumbuh dari remaja menuju dewasa, ketekunan dan keyakinannya akhirnya berhasil meyakinkan keluarganya. Untuk pertama kalinya, mereka memberinya satu kesempatan — bukan restu penuh, melainkan izin awal untuk membuktikan diri di dunia luar. Ruar tahu betul beratnya kesempatan ini: jika ia gagal atau mengecewakan, mungkin tidak akan ada kesempatan kedua. Namun rasa penasarannya terhadap dunia jauh lebih besar dari rasa takutnya — dan kini, ia melangkah keluar sebagai seorang pemula sejati, membawa nama keluarganya, ilmu dari gurunya, sekaligus harapan untuk akhirnya menjadi dirinya sendiri.
Appearance
Ruar memiliki kulit dengan corak tan yang halus, kontras dengan rambut hitam panjang lurusnya yang selalu terjaga rapi — sisa kebiasaan hidup di lingkungan keluarganya. Matanya berwarna cokelat hangat, sering terlihat tenang namun penuh perhatian terhadap sekelilingnya, seolah selalu mengamati lebih dari yang ia ucapkan.
Tingginya rata-rata untuk seorang elf, dengan tubuh ramping yang tidak terlihat seperti petarung — lebih menyerupai seseorang yang terbiasa dengan buku dan diskusi tenang dibanding medan perang. Penampilannya sederhana namun tetap terlihat rapi dan terawat, sisa kebiasaan dari didikan keluarganya yang menjunjung tinggi keanggunan, meski kini ia mengenakan pakaian yang jauh lebih praktis untuk perjalanan.
Personality
Pendiam, tapi bukan dingin — Ruar tidak banyak bicara dengan orang baru, tapi di balik itu ia sebenarnya periang dan hangat. Ia hanya butuh waktu untuk merasa nyaman sebelum menunjukkan sisi ceria itu ke orang lain.
Baik hati dan suka menolong — meski pendiam, Ruar punya kepedulian yang besar terhadap orang di sekitarnya. Ia tidak ragu turun tangan membantu siapa pun yang membutuhkan, bahkan orang asing sekalipun, tanpa perlu diminta.
Tegas, tapi bukan pemarah — ketika situasi menuntutnya bersikap tegas (misalnya membela sesuatu yang ia yakini benar, atau menolak sesuatu yang tidak sejalan dengan prinsipnya), Ruar bisa terlihat serius dan berpendirian kuat. Namun ketegasannya itu tenang dan terkendali — bukan lahir dari amarah, melainkan dari keyakinan yang mantap terhadap apa yang ia anggap benar.
Sedang beradaptasi — sebagai pemula yang baru pertama kali keluar dari lingkungan familiarnya, Ruar sedikit canggung menghadapi dunia luar dan interaksi sosial baru. Ini wajar mengingat seumur hidupnya ia dibesarkan dan berlatih dalam lingkungan yang jauh lebih terbatas dan terlindungi (rumah keluarganya dan menara Cedric).
Rasa ingin tahu yang besar — sisi ceria Ruar paling terlihat saat ia menemukan sesuatu yang baru dan menarik. Matanya bisa langsung berbinar melihat lokasi asing, makhluk unik, atau fenomena magis yang belum pernah ia temui — hasrat yang dulu hanya bisa ia dengar dari cerita Cedric, kini bisa ia alami sendiri.
Other Details
Ideal: "Kebaikan tidak perlu suara keras untuk didengar — cukup ditunjukkan lewat tindakan, dan dipertahankan dengan keteguhan saat dibutuhkan."
Bond: Kesempatan yang diberikan keluarganya adalah taruhan besar bagi mereka berdua. Ruar bertekad untuk kembali suatu hari nanti — bukan hanya sebagai anak yang pulang, tapi sebagai seseorang yang benar-benar telah membuktikan dirinya, sekaligus membanggakan gurunya, Cedric Wolf, yang telah membimbingnya sejauh ini.
Flaw: Karena masih baru dalam bersosialisasi di luar lingkungan yang selama ini melindunginya, Ruar terkadang salah membaca situasi sosial atau terlalu naif terhadap orang asing — kebaikan hatinya bisa dimanfaatkan oleh pihak yang kurang baik jika ia tidak berhati-hati.
Quirk: Ruar punya kebiasaan kecil mencatat hal-hal baru yang ia temui dalam sebuah buku catatan pribadi — kebiasaan lama dari masa belajar bersama Cedric yang kini ia gunakan untuk merekam setiap pengalaman baru dalam petualangannya.
selamat datang