
Level
3
Experience
1,220 XP
Gold:
585
Silver:
760
Species:
Orc
Class:
Paladin
Completed:
6
Most recent:
7 days ago
"Aku datang sangat terlambat untuk petualangan pertama ku, jujur gerogi karena pemula"
"Terdapat monster kuat kelabang, dan laba laba, Tuan Sai menjadi Hypercarry kami"
"Ternyata aliran sungai itu dangkal harusnya kita bisa memanfaatkan celah itu, didalam gua sangat sempit sekali, masih banyak yang bisa diexplore"
"Petualangan kedua ku, bertemu wajah asing dan tidak asing, awalnya ini hanyalah pertandingan bola salju yang menyenangkan"
"Tuan Brics meninggal, ada yang sedikit janggal, kurasa ada beberapa aturan yang memang harus ditaati didesa ini"
"Mengumpulkan tanaman? kurasa ini tidak akan sulit hingga kita masuk ke hutan terdapat hal hal aneh, serigala kelaparan dari arah barat? suara merdu dari utara yang dapat memikat? untung saja aku terselamatkan oleh Tuan Robot"
"Entah kenapa aku tertarik dengan suasana hutan ini, tanpa kusadari aku mengelus ngelus pohon, dan aku mendapatkan sumpah ku Oath of Ancients"
"Pertama kalinya aku melihat harpy, aku merasakan kemampuan ku meningkat daripada sebelumnya"
"Mencabut bulu harpy, sepertinya bukan bakat ku, aku merusak nya"
Di pinggiran hutan yang jarang dijamah, tersembunyi sebuah desa kecil bernama Bojongsoang. Bukan desa manusia, bukan pula sarang orc pada umumnya โ melainkan permukiman campuran, tempat orc-orc yang lelah berperang memilih hidup damai,
menanam gandum dan umbi-umbian di ladang yang subur.
Di sanalah Bebebeblarr Blarrblarr dibesarkan. Berbeda dari kebanyakan orc yang tumbuh dengan kapak dan darah pertempuran, Blarr tumbuh dengan cangkul di satu tangan dan kitab suci dewanya di tangan lainnya. Namun jangan salah sangka โ Blarr bukanlah paladin yang tunduk pada aturan tertulis, hukum kerajaan, atau bahkan norma masyarakat pada umumnya. Baginya, hanya ada satu hukum yang benar-benar berlaku: kehendak dewanya.
Blarr adalah sosok yang taat, bahkan fanatik, terhadap dewa yang ia sembah โ namun ketaatan itu tidak diterjemahkan menjadi kebaikan universal. Ia bisa membantu petani miskin memanen ladang di pagi hari, lalu membakar gudang seorang bangsawan di malam harinya, jika ia yakin itu adalah kehendak dewanya. Ia tidak peduli hukum manusia, tidak peduli aturan kerajaan, tidak peduli moralitas yang disepakati orang banyak โ selama tindakannya bisa ia benarkan atas nama dewanya, ia akan melakukannya tanpa ragu, tanpa penyesalan.
"Dewaku tidak butuh persetujuan siapapun. Dan aku juga tidak."
Warga Bojongsoang punya perasaan campur aduk terhadap Blarr โ sebagian menghormatinya sebagai pelindung desa yang kuat, sebagian lain menjaga jarak, tak pernah benar-benar yakin kapan ketaatannya pada dewa akan berubah jadi ancaman bagi mereka sendiri. Codet di matanya sendiri menjadi bahan bisik-bisik warga โ sebagian bilang itu luka dari monster yang ia kalahkan demi melindungi desa, sebagian lain berbisik itu luka dari "ujian" yang diberikan dewanya sendiri kepadanya, bertahun-tahun lalu.
Namun rasa penasaran akan dunia luar tak pernah benar-benar padam. Ia menunda mimpi berpetualang, sampai suatu malam ladangnya, rumahnya, seluruh yang ia bangun dengan tangannya sendiri, musnah dilalap api. Ia tak pernah benar-benar tahu siapa dalangnya โ dan sejujurnya, ia tak terlalu peduli untuk mencari tahu. Dalam benaknya, ini bukan bencana, ini tanda. Dewanya telah memutuskan bahwa sudah waktunya Blarr berhenti bersembunyi di balik cangkul dan ladang.
Dengan hati yang tenang, Blarr mengemasi sisa barangnya: pedang tua, perisai yang sudah menemaninya bertahun-tahun, kitab doa yang lusuh, dan sebuah cangkul kecil sebagai pengingat asal-usulnya. Ia meninggalkan Bojongsoang bukan dengan dendam, melainkan dengan keyakinan penuh bahwa inilah jalan yang telah digariskan dewanya untuknya.
Perjalanannya membawanya jauh, hingga akhirnya tiba di Desa Chabbylon โ tempat asing dengan wajah-wajah baru, aturan baru, dan kesempatan-kesempatan baru untuk membuktikan ketaatannya pada dewa yang ia sembah. Di sinilah petualangan Blarr yang sesungguhnya dimulai.
"Aku bukan orang baik. Aku bukan orang jahat. Aku hanya hamba dewaku โ dan dunia ini akan segera tahu, apa yang dewaku inginkan dariku."
| No | Tanggal | Misi | Lokasi |
|---|---|---|---|
| 1 | 1-14 Dreamtide | Tambang Di Dekat Desa Chabblyon | Vici City |
| 2 | 27 Dreamtide | The Star โ Winter Festival: Snowball Skirmish | Desa Eiratis |
| 3 | 5 Ramiel | Membantu Tuan Mino | Hutan Loc |
| 4 | 10 Ramiel | Def Not Chicken | Hutan Loc |
| Tanggal | Jenis | Jumlah | Dice |
|---|---|---|---|
| 02/08/26 | - | - | - |
| 03/08/26 | Edenbell | - | - |
| 04/08/26 | Paralime | 1 Ikat | perc Nat20, Nature fail 1 sukses 1 |
| 05/08/26 | Edenbell | 1 Ikat | - |
| 06/08/26 | Paralime | 1 Ikat | - |
| Tanggal | Bahasa | Progress |
|---|---|---|
| 03/08/26 | Giant | 1 (1/3) |
| 04/08/26 | Giant | Fail |
| 05/08/26 | Giant | Fail |
| 06/08/26 | Giant | Fail |