
Level
4
Experience
4,550 XP
Gold:
2,119
Silver:
8
Species:
Tiefling
Class:
Cleric
Completed:
8
Most recent:
1 day ago
Di banyak negeri, kelahiran seorang Tiefling sering dianggap sebagai pertanda kutukan. Namun ketika Seraphel Orion Lux Aurelios Caelestis Dawnbringer Valerian Elysion lahir, langit justru memperlihatkan fenomena yang tidak pernah tercatat dalam sejarah. Gerhana matahari terjadi bersamaan dengan hujan cahaya keemasan yang turun selama beberapa menit, seolah cahaya dan kegelapan saling bertabrakan di langit.
Ia lahir dari keluarga penjaga sebuah kuil kuno yang mengabdi kepada dewa cahaya. Kedua orang tuanya adalah manusia biasa yang selama puluhan tahun melayani kuil dengan penuh kesetiaan. Tak seorang pun mengerti mengapa anak mereka lahir dengan tanduk, ekor, dan darah infernal. Banyak pendeta menganggapnya sebagai pertanda kehancuran. Sebagian bahkan menuntut agar bayi itu dibuang sebelum membawa malapetaka.
Namun Sang High Priest menolak.
Ia berkata bahwa cahaya sejati tidak pernah memilih siapa yang pantas diselamatkan. Cahaya justru bersinar paling terang di tempat yang paling gelap.
Sejak saat itu Seraphel dibesarkan di dalam kuil, tetapi tidak pernah benar-benar diterima. Para pendeta mengajarinya doa, kitab suci, sejarah para santo, serta ilmu penyembuhan. Namun di balik senyum mereka selalu tersimpan rasa takut. Ia adalah anak yang dicintai oleh dewa, tetapi dibenci oleh manusia.
Semasa kecil, Seraphel sering menghabiskan malam di perpustakaan kuno. Di sana ia membaca kisah para martir, nabi, dan pahlawan yang mengorbankan segalanya demi melindungi orang lain. Semakin banyak ia membaca, semakin ia yakin bahwa takdir seseorang tidak ditentukan oleh darah yang mengalir dalam tubuhnya, melainkan oleh pilihan yang ia ambil.
Saat usianya menginjak enam belas tahun, bencana besar menimpa kuil. Sekelompok kultis yang memuja entitas abyssal menyerang pada malam hari. Mereka datang untuk mencuri relik suci yang dipercaya mampu membuka gerbang menuju alam kegelapan.
Para kesatria kuil gugur satu per satu.
Pendeta yang selama ini memandang Seraphel dengan curiga tetap memilih melindunginya hingga hembusan napas terakhir. Melihat pengorbanan mereka, Seraphel berlutut di tengah aula yang dipenuhi darah dan reruntuhan. Untuk pertama kalinya ia berdoa bukan demi dirinya sendiri, melainkan demi semua orang yang telah kehilangan harapan.
Doanya dijawab.
Cahaya keemasan turun dari langit dan menyelimuti tubuhnya. Simbol suci muncul di dadanya, sementara energi ilahi mengalir melalui darah infernal yang selama ini dianggap sebagai kutukan. Pada malam itu, Seraphel membangkitkan kekuatan penyembuhan dan cahaya suci yang belum pernah disaksikan siapa pun. Para korban yang masih hidup terselamatkan, sedangkan para kultis dipukul mundur oleh sinar yang terpancar dari tongkat sucinya.
Sejak hari itu ia ditahbiskan sebagai seorang Cleric, bukan karena garis keturunan, melainkan karena pilihan para dewa sendiri.
Namun kemenangan itu memiliki harga. Kuil tempat ia dibesarkan hancur, banyak gurunya gugur, dan relik suci yang menjadi sumber kekuatan kuil menghilang bersama pemimpin kultis. Sebelum wafat, Sang High Priest menyerahkan sebuah liontin berbentuk matahari kepadanya.
"Jangan buktikan bahwa seorang Tiefling bisa menjadi pahlawan. Buktikan bahwa cahaya tidak pernah memandang ras."
Seraphel pun meninggalkan rumah yang telah membesarkannya. Ia mengembara dari kota ke kota sebagai pendeta pengelana. Ia menyembuhkan orang sakit tanpa meminta bayaran, memberkati desa-desa yang dilanda wabah, menguburkan mereka yang terlupakan, serta melawan makhluk-makhluk yang mengancam kehidupan orang tak berdosa.
Namun jauh di dalam hatinya masih tersimpan satu tujuan.
Ia memburu kultis yang menghancurkan kuil masa kecilnya dan mencari relik suci yang telah dicuri. Ia percaya bahwa selama relik itu belum ditemukan, ancaman yang lebih besar masih menunggu untuk bangkit.
Bagi banyak orang, tanduk dan ekornya adalah simbol iblis.
Bagi Seraphel, keduanya adalah pengingat bahwa bahkan seseorang yang lahir dari bayang-bayang dapat memilih untuk menjadi cahaya bagi dunia.
Karena iman bukanlah hadiah bagi mereka yang sempurna.
Iman adalah pilihan untuk tetap membawa terang, bahkan ketika seluruh dunia hanya melihat kegelapan.
| Buku Bahasa | Tuntas/Tidak Tuntas |
|---|---|
| Abyssal I | Tuntas |
| Abyssal II | Tuntas |
| Abyssal III | Tuntas |