Pertarungan sengit kembali terjadi. Comodo mencoba mengerahkan seluruh hasil latihannya, namun karena kondisinya yang sudah kelelahan setelah berlatih, Comodo lagi-lagi terpojok. Monster itu berhasil menjatuhkannya ke tanah. Comodo kalah lagi. Rasa frustrasi dan putus asa menyelimuti dirinya saat monster itu membuka rahangnya lebar-lebar untuk memangsanya.
*Wusss!*
Tepat di saat kritis, sebuah **bola sihir bercahaya biru pekat** melesat dari langit. Bola sihir itu menghantam monster tersebut dengan ledakan yang dahsyat, mengubahnya menjadi abu dalam hitungan detik. Comodo terengah-engah, memandangi sisa-sisa monster itu dengan tubuh gemetar. Seseorang atau sesuatu yang misterius telah menyelamatkannya (lagi) dengan sihir yang sangat kuat.
---
### Bab 3: Perjalanan Menuju Chabbylon
Comodo terduduk lemas di tanah. Dia menyadari satu hal yang mutlak: **daerah tempat tinggalnya sudah tidak aman lagi**. Monster-monster kuat mulai berkeliaran, dan dia belum cukup kuat untuk melindungi dirinya sendiri sendirian, meskipun dia tahu dia adalah keturunan naga.
Mengingat kegagahan pasukan dari desa terpencil yang dulu menyelamatkannya, Comodo memantapkan hatinya. Dia harus belajar dari mereka, dan dia harus berada di tempat di mana dia bisa tumbuh menjadi naga yang sesungguhnya.
Dengan tekad yang membara di dalam dadanya, Comodo membalikkan badan, meninggalkan sarang lamanya, dan mulai melangkah pergi menuju satu tujuan: **Desa Chabbylon**, tempat para ksatria kuat dan keajaiban berada. Perjalanan barunya untuk menjadi Naga Penguasa yang sejati baru saja dimulai.