Species:
Dragonborn
Class:
Magic
sebuah pulau terpencil yang dipenuhi pepohonan tua, hiduplah seekor komodo muda bernama **Comodo**. Selama ini, Comodo mengira dirinya hanyalah komodo biasa—mungkin hanya sedikit lebih besar dari teman-temannya. Dia tidak pernah tahu bahwa di dalam tubuhnya mengalir darah murni dari ras Naga Penguasa yang legendaris.
---
### Bab 1: Terjebak dan Kebangkitan yang Terlambat
Suatu sore, saat Comodo sedang mencari makan, tanah tiba-tiba bergetar. Dari balik semak-semak, muncul sesosok **Monster Beronak**—makhluk raksasa berlendir dengan taring yang tajam. Tanpa ampun, monster itu menyerang Comodo.
Comodo mencoba melawan dengan gigitan dan cakarnya, namun kulit monster itu terlalu tebal. Comodo terlempar, tubuhnya memar dan bersimbah darah. Di ambang kekalahannya, saat monster itu bersiap memberikan hantaman terakhir, sesuatu di dalam dadanya bergejolak. Rasa hangat yang membakar tiba-tiba menjalar ke seluruh tubuhnya. Saat itulah dia tersadar, ada kekuatan mistis naga yang tertidur di dalam dirinya! Namun sayang, Comodo belum tahu cara mengendalikannya. Dia tetap tak berdaya.
Tepat sebelum cakar monster itu meremukkan Comodo, terdengar seruan kompak yang menggelegar. **Pasukan dari Desa Chabbylon** datang! Meskipun mereka berasal dari desa terpencil, kekuatan mereka luar biasa. Dengan zirah pelindung yang tangguh dan tombak sihir, para prajurit desa ini bergerak taktis mengepung dan menghancurkan monster tersebut dalam sekejap.
Melihat kegagahan Pasukan Chabbylon yang sangat kuat itu, Comodo sangat terpukau. Sejak hari itu, ia menjadi **sangat terobsesi untuk menjadi kuat**. Dia bersumpah tidak ingin lagi menjadi makhluk lemah yang harus diselamatkan.
---
### Bab 2: Kekalahan Kedua dan Keajaiban Misterius
Comodo mulai melatih dirinya dengan sangat keras setiap hari. Dia belajar mengalirkan energi naga di dalam tubuhnya, mencakar batu karang, dan berlari mengelilingi pulau. Dia merasa dirinya sudah jauh lebih kuat.
Suatu hari, setelah sesi latihan yang sangat melelahkan, Comodo beristirahat di bawah pohon rindang dengan napas terengah-engah. Namun, dia lengah. Kelengahan itu berakibat fatal ketika seekor monster lain yang lebih cerdik dan kuat menyergapnya dari belakang.
Pertarungan sengit kembali terjadi. Comodo mencoba mengerahkan seluruh hasil latihannya, namun karena kondisinya yang sudah kelelahan setelah berlatih, Comodo lagi-lagi terpojok. Monster itu berhasil menjatuhkannya ke tanah. Comodo kalah lagi. Rasa frustrasi dan putus asa menyelimuti dirinya saat monster itu membuka rahangnya lebar-lebar untuk memangsanya.
*Wusss!*
Tepat di saat kritis, sebuah **bola sihir bercahaya biru pekat** melesat dari langit. Bola sihir itu menghantam monster tersebut dengan ledakan yang dahsyat, mengubahnya menjadi abu dalam hitungan detik. Comodo terengah-engah, memandangi sisa-sisa monster itu dengan tubuh gemetar. Seseorang atau sesuatu yang misterius telah menyelamatkannya (lagi) dengan sihir yang sangat kuat.
---
### Bab 3: Perjalanan Menuju Chabbylon
Comodo terduduk lemas di tanah. Dia menyadari satu hal yang mutlak: **daerah tempat tinggalnya sudah tidak aman lagi**. Monster-monster kuat mulai berkeliaran, dan dia belum cukup kuat untuk melindungi dirinya sendiri sendirian, meskipun dia tahu dia adalah keturunan naga.
Mengingat kegagahan pasukan dari desa terpencil yang dulu menyelamatkannya, Comodo memantapkan hatinya. Dia harus belajar dari mereka, dan dia harus berada di tempat di mana dia bisa tumbuh menjadi naga yang sesungguhnya.
Dengan tekad yang membara di dalam dadanya, Comodo membalikkan badan, meninggalkan sarang lamanya, dan mulai melangkah pergi menuju satu tujuan: **Desa Chabbylon**, tempat para ksatria kuat dan keajaiban berada. Perjalanan barunya untuk menjadi Naga Penguasa yang sejati baru saja dimulai.